Biodata

CaptureBiodata Diri: 

Dr. Wahyudi, M.Si., lahir di Blora tanggal 23 Desember 1964. Gelar Sarjana (S-1) didapatkan dari Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. Gelar Master Sosiologi (S-2)  didapatkan dari Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang. Gelar Doktor Sosiologi didapatkan dari FISIP Universitas Indonesia (UI). Wahyudi yang juga biasa menggunakan nama Wahyudi Winarjo (nama belakang adalah nama ayah) ini dikenal sebagai Sosiolog produktif dalam mengembangkan ilmu,  dan kritis dalam menanggapi isu-isu sosial, politik dan pemerintahan. Ia telah menulis  buku tentang “Formasi dan Struktur Gerakan Sosial Petani”; serta menjadi kontributor dalam beberapa buku. Tulisan berupa artikel/opini telah tersebar diberbagai media massa. Wahyudi sering dimintai komentar atas isu aktual, baik di media cetak (Radar Malang) maupun interaktif di PRO 1 RRI Malang, dan Radio El Shinta Surabaya dengan nama Wahyudi Winarjo. Kini ia dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

Visi

Menjadi Salah Satu Pilar Bagi Terwujudnya Tata Kehidupan dan Penghidupan yang penuh dengan kasih sayang, harmoni, dan damai, baik di kampus, di masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Misi

  1. Melaksanakan tugas dan kewajiban dosen sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara professional, serta di bawah kontrol nilai-nilai profetik.
  2. Menjadi warga masyarakat yang aktif dalam proses konstruksi tata kehidupan dan penghidupan sosial yang penuh dengan kasih sayang, harmoni, dan damai.
  3. Menjadi warga bangsa dan Negara yang mengedepandakan sikap kritis dan konstruktif terhadap segala rancangan pembangunan yang ada.

Motto

  1. “Bahwa Setiap Orang akan memetik buah dari karyanya masing-masing. Oleh karena itu, maka mari kita ciptakan tata kehidupan dan penghidupan yang penuh dengan kasih saying, harmoni, dan damai”.
  2. No one perfect. Justru dalam ketidak-sempurnaan itulah kita terundang atau diundang untuk membuat karya demi semakin baiknya sesuatu hal tersebut.
  3. Dalam hidup itu ada satu hal yang tidak dapat kita hindari, yakni realita. Karea itu, kita harus berdamai dengan setiap realita yang ada.